Postingan kali ini bukan lah sejenis acara yang sering kita lihat di tv swasta itu. Tapi merupakan ungkapan bukti kasih Allah kepada hambanya yang memang tulus serta ikhlas menjalani hidup ini atas ridho NYA. Bingung?? Gak nyambung ya kayany?? Disimak dulu deh klo gitu..
Seorang wanita terlahir 36 tahun yang lalu dari rahim seorang ibu muda yang bersuamikan seorang pelaut, kita sebut saja namanya D. Sejak lahir bukan kasih & sayang dari orang tua kandung yang dia dapatkan, karena beberapa bulan setelah dia lahir, ibu & bapaknya memutuskan untuk berpisah. Tinggalah D seorang diri tanpa kasih ibu atw juga bapaknya, karena setelah perpisahan itu sang ibu entah pergi kmana & sang bapak kembali hanyut sebagai seorang pelaut meniti belahan bumi ini. Akhirnya D harus ikhlas dirawat oleh sang nenek dari keluarga bapaknya. D tumbuh sempurna, alhamdulillah…paras cantiknya nampak warisan dari sang bunda yang memang indo Belanda. Sebelum sang nenek wafat, D sudah dititipkan pada tantenya. Saat itu si tante memang masih lajang, tapi bgitu si tante berkeluarga, D tetap menjadi bagian dalam keluarga si tante dengan 2 orang adik sepupu dari tantenya tersebut, Subhanallah… Alhamdulillah rejeki-Mu atas setiap hamba-MU memanglah tidak tertukar ya Allah… Dmanapun kami hidup dibelahan bumi ciptaan-Mu ini.
Singkat cerita D tumbuh menjadi pribadi yang agak keras, maklum lha hidup adalah perjuangan, dmana kehidupan yang D jalani memangĀ tidaklah mudah. Dia harus ikhlas sejak 0 tahun dalam menjalani hidup ini tanpa sentuhan kasih & sayang orang tua kandungnya padahal mreka masih hidup.. Tahun demi tahun berlalu. Sang bapak kembali dari berlayar. D sangat ingin tinggal bersama bapak kandungnya, pastinya idaman semua anak2 pasti sama jika berkumpul dengan orang tua kandung akan sangat bahagia. Tapi kali ini D pun harus ikhlas untuk menerima bahwa istri baru sang bapak tidak berkenan jika D tinggal bersama mreka. Dmanakah ibuku saat ini?? Jerit hati D. Ingin rasa kubersandar dipangkuannya. Walau hanya sesaat bunda… Tak kutahu sedikitpun tentangmu. Tak inginkah dia bertemu denganku walau hanya sebentar?? Pertanyaan tersebut seringkali terlintas dalam benak D.
Selesai sudah masa belajar, kini D memasuki usia yang cukup stabil.. Dia memulai pekerjaannya sebagai karyawati sebuah bank swasta di Jakarta atas usaha dari tantenya. D memang sudah seperti anak sendiri bagi oom & tantenya itu, juga sudah seperti kakak kandung bagi 2 orang anak dari oom & tantenya tersebut. Masa kali ini tidak mudah juga D jalani. Dia tidak begitu yakin mampu membina satu hubungan yang serius. Hal ini memang pastinya adalah manifestasi dari masa lalunya. Tumbuh & kembang tanpa kasih & sayang orang tua membuatnya berfikir menjadi anak yang dibuang atw tidak diharapkan. Padahal seperti kita ketahui, anak itu adalah titipan Allah. Dmana kita berkewajiban untuk menjadikannya pribadi yang baik & siap mengarungi kerasnya kehidupan dengan bekal2 yang cukup & sesuai dengan norma2 agama pastinya.
Tahun terus berganti, anak tertua dari oom & tantenya sudah menikah, bahkan sudah memiliki seorang putri, itu artinya D sudah dipanggil budhe ditengah keluarga tersebut. Hasrat di hati D ingin segera juga memiliki buah hati, tapi apa daya, dia sangat tidak percaya diri bahwa ada seorang laki2 yang mau mempersuntingnya dengan latar belakang keluarga seperti yang ia miliki. Support tak henti dari keluarga yang kebetulan juga oom & tante nya sangat mengerti dirinya. Mreka tidak memaksa D untuk segera buru2 menikah hanya karena faktor usia yang terus bertambah. Dukungan dari kawan dekat pun tak pernah henti. Tp D tak kunjung percaya diri..
Singkat cerita D berhasil bertemu dengan ibu kandungnya. WOW… di usia ke 34 tahun dia baru bisa mencium wajah seseorang yang pernah melahirkannya dulu.. Kmanakah sang ibu slama ini? Tiadakah pernah ingin melihat wajah sang putri?? Pertanyaan tersebut tidaklah lagi jadi pokok bahasan kali ini. Karena mreka sudah dipertemukan oleh Allah, kebahagiaan sudah menghiasi hingga masa lalu pun bisa mulai ditinggalkan..
Sedikit demi sedikit rasa percaya diri itu mulai ada. Walau D tetap tidak tinggal bersama kedua orang tuanya namun dia yakin klo saat ini dia harus mampu berkomitmen untuk menjalani hidup yang terus berjalan. Allah mendengar pintanya.. Allah meng-ijabah sholat malamnya.. 1 bulan berselang dari kerasnya usaha yang D lakukan, pintu itu mulai terbuka. Seorang atasan di kantornya mengenalkan D pada adiknya. Subhanallah.. Allah maha besar.. Hanya dengan 2x pertemuan, 2 insan ini sidah merasa saling kenal bahkan 2 keluarga besar sudah saling setuju untuk meneruskan hubungan mreka ke jenjang perikahan.. Sgalanya terasa bgitu mudah.. Alhamdulillah..
Tangis haru terdengar dari sebrang telfon, gw akan menikah… Ku jawab dengan rasa haru juga.. Selamat ya mb.. Usaha mu untuk bersabar tidak sia2. Allah mengirimkan seseorang yang sangat spesial untuk menjadi imam mu kini, untuk mengarungi kerasnya hidup ini. Tinggalkan masa lalumu.. Raihlah masa depanmu yang indah.. Karena sesungguhnya kamu sedang memetik hasil dari kesabaranmu dulu mb.. Kesabaran memang akan berbuah manis jika kita selalu ikhlas menjalaninya di jalan Allah..
= Special I wrote for my lovely sister…, We luv you D.W. Get the Happines =















Kisah yang menarik dan inpiratif. Kebetulan..ups.. tidak ada kata kebetulan ya dalam hidup ini.. saya mungkin mengenal tokoh ini..jika bukan sori… Dia tidak hanya keras tapi dia sangat peka, lembut, perhatian dan penuh kasih sayang kepada siapapun. Jika Allah hanya satu-satunya alasan untuk menjalani hidup ini, maka dengan kesabaran dan tetap tawakal maka segalanya akan menjadi mudah atas kehendak-Nya. Saya larut dalam kebahagiaannya. Salam saya yang paling tulus buat saudaranya, semoga hari-harinya semakin terang seindah sinar kasih sayang dalam rumah tangganya nanti.
Subahanallah mba…
Kesabaran akan memberikan buah yang sangat indah…., InsyaAllah…
@ era
thanks dah singgah mb..
Sy rasa mb jauh lebih mengenalnya dibanding saya
Nti di forward deh salam dari mb, hehe…
Amin.. semoga bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah & warrahmah y mb..
Hayo mb, semangat.. ikhtiar terus selain bersabar dijalan NYA
@vaepink
Hi sis..
Indahnya bersabar menjadi milik siapa aja gak terkecuali dirimu..
C’mon… semangat untuk meraihnya..